Skip to main content

Keluar dari zona nyaman



Keluar dari zona nyaman


Zona nyaman adalah zona sangat membunuh sebuah karekter dan tidak bisa untuk mengembangkan diri. Jika kita hidup di zona nyaman ibarat katak hidup di dalam tempurung kelapa. Tidak bias berbuat apa-apa kecuali hanya berdiam diri. Karena di dalam hidup kita perlu adanya gebrakan untuk merubah semuanya walaupun itu semua penuh resiko terutama bagi diri kita. Jika seseorang mau untuk keluar zona nyaman berarti orang tersebut ingin maju dan mempunyai pemikiran luas.

Misalnya, seorang anak kecil tidak selamanya dapat berada di dalam lindungan orangtuanya. Jika orangtuanya meninggal, sementara tidak ada orang yang mau peduli dengannya, apa yang harus dilakukan anak kecil tersebut? Anak tersebut harus bisa berusaha dan merubah dirinya sendiri untuk menjadi lebih baik tanpa bantuan orang tua.

Dalam dunia yang penuh ketidakpastian ini, zona nyaman merupakan musuh utama umat manusia. Barangsiapa yang tidak siap untuk keluar dari zona nyaman, maka pertama, dia tidak akan berkembang; Kedua, kemungkinan zona nyamannya sudah tidak lagi menjadi tempat yang nyaman.

Memang sudah menjadi sifat alami kita merasa cemas berada di dalam situasi yang asing. Saat Anda berada di dalam situasi yang asing, hal itu secara alami akan menimbulkan kecemasan dalam diri Anda. Parahnya, kecemasan itu akan menghasilkan persepsi negatif yang mendukung rasa takut itu. Pada gilirannya, persepsi itu akan membuat kecemasan Anda semakin menjadi-jadi.

Maka dari itu keluar dari zona nyaman bukan pilihan tapi keharusan bagi diri kita. Orang yang tidak mau keluar dari zona nyaman berarti orang tersebut kalah sebelum berperang bahkan orang tersebut tidak dapat bertahan hidup lebih lama. Walaupun itu bertahan, hidupnya akan monotoun.

Kalian harus berani untuk mengambil resiko, kalau kita mampu kenapa tidak.

Comments

Popular posts from this blog

PENDAFTARAN MAHASISWA BARU INSTITUT AGAMA ISLAM MA'ARIF NU METRO LAMPUNG TAHUN AKADEMIK 2020/2021

PENDAFTARAN MAHASISWA BARU INSTITUT AGAMA ISLAM MA'ARIF NU METRO LAMPUNG TAHUN AKADEMIK 2020/2021 PERSYARATAN AKADEMIK : Berijazah SMA/MA/SMK dan yang sederajat Lulusan D.I, D.II dan Sarjana Muda Lulusan pondok pesantren PERSYARATAN ADMINISTRASI : Mengisi formulir Pendaftaran Foto copy STTB Ijazah terakhir 2 lembar Pas foto ukuran : 3×4 cm sebanyak 4 lembar Pendaftaran Mahasiswa Baru Gelombang I Pendaftaran Calon Mahasiswa Gelombang I (02 Januari-13 April 2020) Pengumuman Hasil Seleksi Berkas Calon Mahasiswa Gelombang I (20 April 2020) Tes Kemampuan Baca Tulis Al Qur’an Mahasiswa Gelombang I (22 April 2020) Heregistrasi Mahasiswa Gelombang I (22 April – 18 Mei 2020)  Pendaftaran Mahasiswa Baru Gelombang II Pendaftaran Calon Mahasiswa Gelombang II (19 Mei – 31 Juli 2020) Tes Gelombang II (05 Agustus 2020) Pengumuman Hasil Seleksi Gelombang II (08 Agustus 2020) Heregistrasi dan Pendaftaran PBAK Gelombang I dan II (08 Agustus-30 Agustus 2020) P...

makalah Structure of the business letter & Letters promoting good will

CHAPTER I INTRODUCTION 1.       BACKGROUND Few business transactions are carried through successfully without correspondence at some point. Enquiries must be answered, quotations given order placed, complaints dealt with, transport and insurance arranged and account settled. Letters must be written to customers, salesman, agents, suppliers, bankers, ship-owners and many others. They cover every conceivable phase of business activity. They are the firm’s silent salesman and often enough represent its only contact with the outside world. Hence the need to create a good impression, not only of the writers firm, but also of the writer himself as an efficient person eager to be of service. Every business letter is written to a purpose; each has its own special aim and one of the features of this book is its use of explanation to show how the various letters set out to achieve their aims. Basic legal principles relevant to different types of transacti...

pengertian, fungsi dan ruang lingkup jurnalistik

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Jurnalistik termasuk ilmu terapan atau applied sciense yang dinamis dan terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta dinamika masyarakat itu sendiri. Sebagai ilmu jurnalistik masuk dalam bidang ilmu komunikasi yakni ilmu yang mengkaji proses penyampaian pesan, gagasan pemikiran atau informasi kepada orang lain dengan masuk memberi tahu, mempengaruhi atau memberikan kejelasan. Secara harfiah (etimologis, asal usul kata), jurnalistik ( journalistic ) artinya kewartawanan atau hal-ihwal pemberitaan. Kata dasarnya “jurnal” ( journal ), artinya laporan atau catatan, atau “jour” dalam bahasa Prancis yang berarti “hari” ( day ) atau “catatan harian” ( diary ) dan kata istik yang merunjuk pada kata estetika yang berarti ilmu pengetahuan tentang keindahan. Keindahan yang dimaksud adalah mewujudkan berbagai produk seni dan keterampilan dangan menggunakan bahan-bahan yang diperlukannya, dan...